MAKALAH
BAHASA INDONESIA
“ PARAGRAF ”
Diajukan untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Bahasa
Indonesia
Dosen:
Sukowati, M.Pd.

Di susun oleh Klompok 3:
Ø
Heli
Nurapli
Ø
Icah
Siti Hapsah
Ø
Penda
Rosita Dewi
Ø
Rohman
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI - PUI) MAJALENGKA
TAHUN AKADEMIK 2015/2016
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penyusun ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan kekuatan, kesehatan dan lain-lain, sehingga Makalah bahasa Indonesia ini telah selesai disusun
dengan pokok pembahasan mengenai “Pengertian Paragraf dan Syarat Paragraf“
Makalah bahasa indonesia ini, disusun untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang
mengambil Mata Kuliah ini dan sebagai bahan wacana untuk menambah pengetahuan
mahasiswa tentang hal yang berhubungan dengan Bahasa Indonesia.
Makalah ini
disusun dengan menggunakan ragam bahasa sederhana. Agar isi, maksud dan tujuan
penyusunan makalah ini dapat dipahami dengan mudah. Penyusun telah berusaha
sekuat tenaga dan pikiran dalam menyusun makalah ini. Namun demikian tentunya
masih banyak kekurangan-kekurangannya. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik
dan saran yang membangun dari semua pihak demi penyempurnaan isi makalah ini
untuk masa yang akan datang.
Makalah ini
bukan karya yang sempurna, karena masih memiliki banyak kekurangan, baik dalam
hal isi maupun sistematika dan teknik penulisannya. Oleh sebab itu,
penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan
makalah ini. Akhirnya, semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi penulis
dan bagi pembaca. Amin.
Bantarujeg, Oktober 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..................................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................. iii
1.2 Rumusan Masalah
......................................................................................................... iii
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN
PARAGRAF ..................................................................................... 1
2.2 FUNGSI
PARAGRAF ................................................................................................ 1
2.3
SYARAT-SYARAT PARAGRAF ............................................................................. 1
a.
Kesatuan ................................................................................................................. 1
b.
Kepaduan
............................................................................................................... 1
c.
Kelengkapan ........................................................................................................... 2
d.
Panjang paragraf......................................................................................................
2
e.
Pola susunan paragraf ............................................................................................. 2
2.4 JENIS-JENIS
PARAGRAF ........................................................................................ 2
1.
Jenis-jenis paragraf berdasarkan tujuan ................................................................. 2
2.
Jenis-jenis paragraf berdasarkan teknik pemaparan ............................................... 3
3.
Jenis-jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utama ............................................ 4
4.
Jenis-jenis paragraf berdasarkan isi ........................................................................ 5
2.5 UNSUR-UNSUR
PARAGRAF .................................................................................. 7
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan ............................................................................................................. 9
B.
Saran ....................................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 10
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Umumnya kesulitan pertama membuat karya tulis ilmiah adalah
mengungkapkan pikiran menjadi kalimat dalam bahasa ilmiah. Sering dilupakan
perbedaan antara paragraf dan kalimat. Suatu kalimat dalam tulisan tidak
berdiri sendiri, melainkan kait-mengait dalam kalimat lain yang membentuk
paragraph, paragraf merupakan sanian kecil sebuah karangan yang membangun
satuan pikiran sebagai pesan yang disampaikan oleh penulis dalam karangan.
Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang
biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun
beberapa kalimat menjadi paragraph, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan
kepaduan. Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam paragraf membicarakan satu
gagasan(gagasan tunggal).
Dalam kenyataannya
kadang-kadang kita menemukan alinea yang hanya terdiri atas satu kalimat, dan
hal itu memang dimungkinkan. Namun, dalam pembahasan ini wujud alinea semacam
itu dianggap sebagai pengecualian karena disamping bentuknya yang kurang ideal
jika ditinjau dari segi komposisi, alinea semacam itu jarang dipakai dalam
tulisan ilmiah. Paragraf diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas
dari sudut pandang komposisi, pembicaraan tentang paragraf sebenarnya ssudah
memasuki kawasan wacana atau karangan sebab formal yang sederhana boeh saja
hanya terdiri dari satu paragraf. Jadi, tanpa kemampuan menyusun paragraf,
tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.
B. RUMUSAN MASALAH
Sesuai dengan latar belakang permasalahan yang di atas, maka
dapat dirumuskan permasalahan yang akan dibahas sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan
paragraf/Alinea?
2. Apa saja fungsi paragraf/alinea?
3. Apa saja syarat-syarat paragraph/alinea?
4. Apa saja jenis-jenis paragraph?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN PARAGRAF/ALINEA
Paragraf disebut juga alinea. Kata
tersebut merupakan serapan dari bahasa Inggris paragraph. Kata Inggris
“paragraf” terbentuk dari kata Yunani para yang berarti “sebelum” dan grafein
“menulis atau menggores”. Sedangkan kata alinea dari bahasa Belanda dengan
ejaan yang sama. Alinea berarti “mulai dari baris baru” (Adjad Sakri,1992).
Paragraf atau alinea tidak dapat dipisah-pisahkan seperti sekarang, tetapi
disambung menjadi satu. Menurut Lamuddin Finoza, paragraf adalah satuan bentuk
bahasa yang biasanya merupakan gabungan beberapa kalimat, sedangkan dalam
bahasa Yunani, sebuah paragraf (paragraphos, “menulis di samping” atau
“tertulis di samping”) adalah suatu jenis tulisan yang memiliki tujuan atau
ide. Jadi, paragraf atau alinea adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan
yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru dan kalimat yang
membentuk paragraf atau alinea harus memperlihatkan kesatuan pikiran.
2.2 FUNGSI PARAGRAF/ALINEA
Paragraf/alinea memiliki fungsi
sebagai berikut:
a.
Mengekspresikan gagasan tertulis dengan bentuk suatu
pikiran yang tersusun logis dalam satu kesatuan.
b.
Menandai peralihan gagasan baru dalam sebuah karangan yang
terdiri dari beberapa paragraf.
c.
Memudahkan pengorganisasian gagasan bagi penulis, sehingga
pembaca dapat memahami dengan mudah.
d.
Memudahkan pengendalian variabel dalam karangan.
e.
Alat untuk memudahkan pernbaca memahami jalan pikiran
penulisnya
2.3 SYARAT-SYARAT PARAGRAF
1.
Kesatuan
Kesatuan paragraf ialah semua kalimat yang membangun
paragraf secara bersama-sama menyatakan suatu hal atau suatu tema tertentu.
Kesatuan di sini tidak boleh diartikan bahwa paragraf itu memuat satu hal saja.
2.
Kepaduan
Kepaduan (koherensi) adalah kekompakan
hubungan antara suatu kalimat dan kalimat yang lain yang membentuk suatu
paragraf kepaduan yang baik tetapi apabila hubungan timbal balik antar kalimat
yang membangun paragraf itu baik, wajar, dan mudah dipahami. Kepaduan sebuah
paragraf dibangun dengan memperhatikan beberapa hal, seperti pengulangan kata
kunci, penggunaan kata ganti, penggunaan transisi, dan kesejajaran(paralelisme).
3.
Kelengkapan
Ialah suatu paragraf yang berisi kalimat-kalimat penjelas
yang cukup untuk menunjang kalimat topik. Paragraf yang hanya ada satu kalimat
topik dikatakan paragraf yang kurang lengkap. Apabila yang dikembangkan itu
hanya diperlukan dengan pengulangan-pengulangan adalah paragraf yang tidak
lengkap.
4.
Panjang Paragraf
Panjang paragraf dalam sebagai tulisan tidak sama,
bergantung pada beberapa jauh/dalamnya suatu Bahasa dan tingkat pembaca yang
menjadi sasaran.
5.
Pola Sususnan Paragraf
Rangkaian pernyataan dalam paragraf harus disusun menurut
pola yang benar, pernyataan yang satu disusun oleh pernyatan yang lain dengan
wajar dan bersetalian secara logis. Dengan cara itu pembaca diajak oleh penulis
untuk memahami paragraf sebagai satu kesatuan gagasan yang bulat. Pola
susunannya bermacam-macam, dan yang sering diterapkan dalam tulisan ilmiah.
antara lain :
2.4
JENIS-JENIS PARAGRAF
1. Jenis-jenis paragraf berdasarkan
tujuannya :
a. Paragraf pembuka
Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik,
dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
Contoh:
Pemuli baru saja usai. Sebagian orang, terutama caleg yang
sudah pasti jadi, merasa bersyukur karena pemilu berjalan lancer seperti yang
diharapkan. Namun, tidak demikian yang dirasakan oleh para caleg yang gagal
memperoleh kursi di parlemen. Mereka mengalami stress berat hingga tidak bias
tidur dan tidak mau makan.
b. Paragraf penghubung
Paragraf
penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca. Secara
fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada paragraf pembuka. Sifat
paragraf-paragraf penghubung bergantung pola dari jenis karangannya. Dalam
karangan-karangan yang bersifat deskriptif, naratif, eksposisis,
paragraf-paragraf itu harus disusun berdasarkan suatu perkembangan yang logis.
Bila uraian itu mengandung pertentangan pendapat, maka beberapa paragraf
disiapkan sebagai dasar atau landasan untuk kemudian melangkah kepada
paragraf-paragraf yang menekankan pendapat pengarang.
c. Paragraf penutup
Paragraf penutup biasanya berisi simpulan (untuk
argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) mengenai hal-hal yang
dianggap penting.
Contoh
:
Demikian proposal yang kami buat. Semoga usaha kafe yang
kami dirikan mendapat ridho dari Tuhan YME serta bermanfaat bagi sesame. Atas
segala perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
2. Jenis-jenis paragraf berdasarkan
teknik pemaparannya
a. Paragraf Eksposisi
Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan
tujuan memberi informasi.
Contoh:
Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional
mengeluhkan dampak pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, Hampir
seminggu terakhir mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya,
permintaan terhadap daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya
meningkat.
b. Paragraf Argumentasi
Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan
dengan data/ fakta konsep sebagai alasan/ bukti.
Contoh:
Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan
masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar
psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anakanak kecil di bawah umur 15
tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal
ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di
perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan
kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri
kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai
penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana.
c. Paragraf Deskripsi
Berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga
pembaca seolah-olah melihat, merasa atau mendengar hal tersebut.
Contoh:
Gadis itu menatap Doni dengan seksama. Hati Doni semakin
gencar memuji gadis yang mempesona di hadapanya. Ya, karena memang gadis
didepannya itu sangat cantik. Rambutnya hitam lurus hingga melewati garis
pinggang. Matanya bersinar lembut dan begitu dalam, memberikan pijar
mengesankan yang misterius. Ditambah kulitnya yang bersih, dagu lancip yang
menawan,serta bibir berbelah, dia sungguh tampak sempurna.
d. Paragraf Persuasi
Karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar
berbuat sesuatu.
Contoh:
Dalam diri setiap bangsa Indonesia harus tertanam nilai
cinta terhadap sesama manusia sebagai cerminan rasa kemanusiaan dan keadilan.
Nilai-nilai tersebut di antaranya adalah mengakui dan memperlakukan manusia
sesuai dengan harkat dan martabatnya, mengembangkan sikap tenggang rasa dan
nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai sesama anggota masyarakat, kita harus
mengembangkan sikap tolong-menolong dan saling mencintai. Dengan demikian,
kehidupan bermasyarakat dipenuhi oleh suasana kemanusian dan saling mencintai.
e. Paragraf Narasi
Karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul,
sehingga membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan
imajinasi.
Contoh.
Jam istirahat, Roy tengah menulis sesuatu di buku agenda
sambil menikmati bekal dari rumah. Sesekali kepalanya menengadah ke langit-langit
perpustakaan, mengernyitakan kening, tersenyum dan kembali menulis. Asyik
sekali,seakan diruang perpustakaan hanya ada dia.
f. Paragraf Sebab-Akibat
Kalimat topik paragraf sebab-akibat merupakan sebab atau
akibat peristiwa-peristiwa atau sifat objek yang dipaparkan dalam kalimat
pengembang. Jika kalimat topiknya berupa sebab maka kalimat pengembangnya harus
merupakan akibat dari sebab itu. Sebaliknya jika kalimat topiknya berupa
akibat, kalimat pengembangnya harus merupakan sebab-sebab dari akibat itu.
Contoh :
Pak Ahmad sangat telaten merawat tanamannya. Setiap petak
sawah yang akan ditanami padi selalu diperiksa tingkat keasamannya. Kalau sudah
diketahui tingkat keasamannya, beliau taburi kapur atau kalsit secukupnya dan
dibiarkan beberapa hari sebelum diaduk. Ketika menanam, beliau selalu mengikuti
aturan dari PPL (Penyuluhan pertanian) baik jarak dari rumpun ke rumpun maupun
jumlah pohon yang ditanam pada setiap rumpun. Dalam hal pemupukan, selain
menggunakan pupuk organik buatan sendiri, beliau juga menggunakan pupuk
Urea,TSP,dan KCL dengan dosis sesuai dangan aturan. Setiap pagi beliau pergi ke
sawah untuk mengairi tanaman padinya dengan air yang dialirkan dari irigasi.
Hama-hamanya, baik hama tikus maupun ulat penggerek batang selalu diberantas.
Selain itu, Pa Ahmad selalu berdoa agar hasil panennya melimpah. Maka tak
mengherankan apabila panen padi pak Ahmad tahun ini sangat melimpah.
3.
Jenis-jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya
a.
Paragraf deduktif
Paragraf deduktif ditandai dengan terdapatnya
kalimat utama di awal paragraf dan dimulai dengan pernyataan umum yang disusun
dengan uraian atau penjelasan khusus.
Contoh :
Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya, sudah
diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati
hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya untuk membuka usaha
baru.
b.
Paragraf induktif
Paragraf induktif ditandai dengan
terdapatnya kalimat utama di akhir paragraf dan diawali dengan uraian atau
penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.
Contoh :
Semua orang menyadari bahwa bahasa
merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan
lemah. Komunikasi tidak lancer. Informasi tersendat-sendat. Memang
bahasa merupakan alat komunikasi yang penting, efektif dan efisien.
c.
Paragraf campuran
Paragraf campuran ditandai dengan
terdapatnya kalimat utama di awal dan akhir paragraph. Kalimat utama yang
terletak diakhir merupakan kalimat yang bersifat penegasan kembali.
Contoh :
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia
tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti
menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun
yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bias maju seperti
sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.
4.
Jenis-jenis paragraf berdasarkan isinya
a.
Paragraf deskripsi
Paragraf deskripsi ditandai dengan
kalimat utama yang tidak tercantum secara nyata dan tema paragraf tersirat
dalam keseluruhan paragraf. Biasanya dipakai untuk melakukan sesuatu, hal,
keadaan, situasi dalam cerita.
Contoh
:
Dari balik tirai hujan sore hari,
pohon-pohon kelapa di seberang lembah itu seperti perawan mandi basah, segar
penuh gairah dan daya hidup. Pelepah-pelepah yang kuyup adalah rambut basah
yang tergerai dan jatuh di belahan punggung. Batang-batang yang ramping dan
meliuk-liuk oleh hembusan angin seperti tubuh semampai yang melenggang tenang
dan penuh pesona.
b.
Paragraf proses
Paragraf proses ditandai dengan tidak terdapatnya kalimat
utama dan pikiran utamanya tersirat dalam kalimat-kalimat penjelas yang
memaparkan urutan suatu kejadian atau proses, meliputi waktu, ruang, klimaks
dan antiklimaks.
c.
Paragraf efektif
Paragraf efektif adalah paragraf yang memenuhi ciri paragraf
yang baik. Paragrafnya terdiri atas satu pikiran utama dan lebih dari satu
pikiran penjelas. Tidak boleh ada kalimat sumbang, harus ada koherensi antar
kalimat.
d.
Paragraf Perulangan
Pengembangan paragraf perulangan
dilakukan dengan cara mengulang kata atau kelompok kata. Pengembangan paragraf
perulangan juga bisa dilakukan dengan cara mengulang bagian-bagian kalimat yang
penting.
Contoh
:
Ada kaitan yang kuat antara makan,
hidup dan berpikir pada manusia. Setiap manusia perlu makan, makan untuk hidup.
Hidup tidak hanya unuk makan. Akan tetapi hidup manusia mempunyai tujuan.
Tujuan hidup berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainya, tetapi ada
persamaannya yakni salah satu diantaranya melangsungkan keturunan. Keturunan
merupakan penerus bangsa yaitu generasi yang lebih baik dan tangguh. Tangguh
menghadap segala tantangan
dan rintangan. Rintangan dan
tantangan membuat manusia berpikir. Berpikir bukan sembarang berpikir tetapi
berpikir jernih utuk memecahkan berbagai persoalan hidup dan kehidupan
(Taringan,1981:34).
e.
Paragraf Contoh
Paragraf contoh adalah pengembangan
kalimat topik dalam sebuah paragraf dengan menggunakan contoh-contoh.
Contoh-contoh itu dipakai untuk memperjelas maksud dalam kalimat topik.
Contoh
:
Proses pengurusan surat-surat yang
paling mudah ialah dengan cara “Menembak” atau ”Lewat belakang” (Tidak melalui
prosedur yang berlaku). Contohnya waktu membayar pajak mobil, saya tidak
mengurus sendiri, tetapi menyuruh calo yang biasa mangkal disana. Beresnya
cepat sekali. Contoh lain waktu adik saya akan membuat SIM. Dia hanya
memberikan uang da salinan KTP kepada calo lalu dia dipanggil untuk dipotret.
Beberapa menit kemudian, SIM pun selesai. Selain itu waktu membuat akta
kelahiran anak, saya hanya memerlukan waktu menunggu satu jam dengan cara memberi
uang pelicin alakadarnya. Sementara itu, orang lain harus menunggu akta
kelahiran anaknya beberapa jam setelah menyerahkan formulir karena tidak
memberi uang pelicin.
f.
Paragraf Pertanyaan
Kalimat topik dalam paragraf
pertanyaan berbentuk kalimat tanya dan kalimat-kalimat pengembangan dalam
paragraf jenis ini juga biasa merupakan jawaban-jawaban atas pertanyaan
tersebut.
Contoh:
Siapakah Osama Bin Laden itu? Dia
seorang bangsa Arab anak pengusaha terkenal di negeri tersebut. Dia seorang
politis Muslim yang menentang pemerintahan kerajaan yang di Arab, akibat
pertentangannya dengan pemerintah negeri itu, dia lari ke Afganistan dan
memimpin sebuah organisasi yang bernama Al-Qaeda. Selanjutnya, Dia dituduh
Amerika Srikat sebagai dalang teroris Internasional yang menyerang dan
menghancurkan Petagon dan WTC. Oleh karena itu , dia menjadi salah seorang
daftar pencarian orang di Negara Amerika Serikat.
g.
Paragraf Perbandingan
Pengembangan Paragraf perbandingan
dilakukan dengan cara membanding-bandingkan kalimat topik. Misalnya, kalimat
topik mengenai hal yang bersifat abstrak dibandingkan dengan hal yang bersifat
konkret dengan cara merinci perbandingan tersebut dalam bentuk yang konkret
atau bagian bagian kecil.
Contoh:
Sifat orang jahat sama halnya dengan
lalat. Lalat biasa hinggap di tempat-tempat yang kotor dan selalu makan makanan
yang menjijikan. Kemana saja dia pergi pasti pasti membawa penyakit. Begitu
juga orang jahat biasa tinggal di tempat-tempat maksiat dan biasa makan makanan
yang diharamkan. Kemana pun dia pergi pasti bikin membuat keonaran yang
meresahkan warga.
2.5
UNSUR-UNSUR PARAGRAF
Dalam pembuatan suatu paragraf harus memiliki
unsur unsur pembangun paragraf agar paragraf atau alinea dapat berfungsi dengan
sebagaimana mestinya Topik atau tema atau gagasan utama atau gagasan pokok atau
pokok pikiran, topik merupakan hal terpernting dalam pembuatan suatu alinea
atau paragraf agar kepaduan kalimat dalam satu paragraf atau alinea dapat
terjalin sehingga bahasan dalam paragraf tersebut tidak keluar dari pokok
pikiran yang telah ditentukan sebelumnya.
Kalimat utama atau pikiran utama, merupakan
dasar dari pengembangan suatu paragraf karena kalimat utama merupakan
kalimat yang mengandung pikiran utama. Keberadaan kalimat utama itu bisa di
awal paragraf, diakhir paragraf atau pun diawal dan akhir paragraf. Berdasarkan
penempatan inti gagasan atau ide pokoknya alinea dibagi menjadi beberapa jenis
yaitu:
Deduktif : Kalimat utama
diletakan di awal alinea
Induktif : Kalimat utama
diletakan di akhir anilea
Variatif : Kalimat utama diletakan di awal dan
diulang pada akhir alinea
Deskriptif/naratif : Kalimat utama tersebar di dalam seluruh
alinea
Kalimat penjelas, merupakan kalimat yang
berfungsi sebagai penjelas dari gagasan utama. Kalimat penjelas merupakan
kalimat yang berisisi gagasan penjelas. Judul (kepala karangan), untuk membuat
suatu kepala karangan yang baik, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu
:
1. Provokatif
(menarik)
2. Berbentuk
frase
3. Relevan
(sesuai dengan isi)
4. Logis
5. Spesifik
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
a.
Paragraf/alinea adalah suatu bagian dari bab pada sebuah
karangan yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan garis baru.
b.
Secara umum paragraf/alinea diperlukan untuk mengungkapkan
ide yang lebih luas dari kalimat
c.
Syarat-syarat paragraf/alinea yang baik harus memiliki
ketentuan yaitu kesatuan, kepaduan,dan kejelasan paragraf/alinea, Panjang Paragraf Pola Sususnan Paragraf
d.
Jenis-jenis paragraf berdasarkan tujuannya yaitu Paragraf
pembuka, Paragraf penghubung, Paragraf penutup.
e.
Jenis-jenis paragraf berdasarkan teknik pemaparannya yaitu
Paragraf Eksposisi, Paragraf Argumentasi, Paragraf Deskripsi, Paragraf Persuasi, Paragraf
Narasi, Paragraf Sebab-Akibat
f.
Jenis-jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya
yaitu Paragraf deduktif, Paragraf induktif, Paragraf campuran
g.
Jenis-jenis paragraf berdasarkan isinya yaitu Paragraf
deskripsi, Paragraf proses, Paragraf efektif, Paragraf Perulangan, Paragraf
Contoh, Paragraf Pertanyaan, Paragraf Perbandingan.
B.
SARAN
Demikianlah makalah dari kelompok kami, semoga dapat
bermanfaat bagi kita semua, terlepas dari itu kami juga sadar bahwa makalah ini
masih sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karenanya kritik dan saran yang dapat
membangun, sangat kami harapkan demi perbaikan lebih lanjut.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, E. Zaenal dan S. Amran
Tasai. 2009. Cermat Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta
: Akademika Pressindo.
Akhadiah, Sabarti, dkk. 1993. Materi
Pokok Bahasa Indonesia. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Proyek Peningkatan Mutu Guru SD Setara D-II dan Pendidikan Kependudukan.
Finoza, Lamuddin . 2000. Komposisi
Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa Non Jurusan Bahasa. Jakarta: Mawar
Gempita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar